Aib Seorang Ustazah (Lanjutan)
Model : Miss Vivie C
Joe mencium bibir ku. Tampak usaha nya memasukkan lidahnya kedalam mulutku. Aku hanya menutup rapat mulutku. Aku tidak ingin anak muda ini mengendalikan diriku. Tapi satu gerakan tangannya tiba-tiba meremas keras payudara ku. Aku seperti ingin berteriak dan disaat itulah lidah Joe akhirnya masuk kedalam mulutku. Aku pasrah saat lidah pemuda itu bergerak mencari lidah ku.
Muaaachhhh,,......
Tapi hanya sebentar Joe melepaskan ciuman nya dari bibir ku. Ia kemudian bangkit dari ranjang.
“Besok ya Ummi kita lanjut. Nanti ketahuan hadi. Heheheh."
Aku yang mendengar ucapannya tersadar bahwa anakku masih berada dikamar nya. Aku hanya berharap anakku tak tahu akan apa yang menimpa diriku bersama teman sekelasnya.
“Apa maksud kamu Joe?”
“Besok Joe kesini pagi. Joe harap Ummi melayani Joe kalau tidak mau video kita Joe sebarluaskan.” Ancam nya.
“Bajingan kamu.” Aku memaki dirinya
“Hehehe. Joe seneng Ummi galak gini. Sampai jumpa Ummi.” sambil meremas payudaraku yang masih terlindungi hijab lebar dan gamis ku.
Sontak aku menepis tangannya.
Ia lalu membuka pintu kamar dan menutup kembali. Aku hanya bisa menangis setelah apa yang bru saja aku alami. Pelecehan sekseual oleh seorang yang berada jauh dari umurku. Aku menghapus air mata ku dan aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diriku yang ternyata sudah dnodai oleh Joe.
Aku pun mandi wajib untuk membersihkan tubuhku. Saat mandi air mataku tetap mengalir membayangkan apa yang akan aku lalui esok hari dengan seorang pemuda bernama Joe.
Setelah selesai mandi kini diriku hanya menggunakan handuk. Kulihat didepan cermin disamping ranjang tidurku. Perlahan kubuka handuk yang menutupi diriku. Kini kulihat badan ku yang telanjang bulat yang besok mungkin akan dicicipi kembali oleh lakilaki yang bukan muhrim ku. Kesalahan yang kubuat yang membuat ku kini terjebak dalam suasana yang tak akan diinginkan oleh wanita manapun.
Saat ku pandangi tubuhku. Baru kusadari tubuhku sungguh sangat bagus.
"Apa yang kupikirkan.” Dalam hatiku berkata.
Saat sedang asyik memperhatikan tubuhku. Tiba-tiba saja suara pintu kamar ku diketuk.
Tok-tok-tok
"Sebentar. “ jawabku sambil aku mengambil handuk untuk menutupi tubuhku. Kini kulilitkan saja tubuhku dengan handuk.
Aku membuka sedikit saja pintu serta ku dongakkan kepalaku sedikit. Ternyata anakku yang mengetuk pintu ku.
“Kenapa hadi?” tanyaku.
“Enggak Ummi mau nanya. Ummi nampak Joe.” Tanya anakku.
“Tadi Joe udah pulang. Dia gak bilang hadi.”
“Kok dia gak bilang ke hadi ya Ummi.”
“Enggak tau juga Ummi.”
Saat anakku hendak pergi meninggalkan kamarku.
“Hadi.”
“Ia Ummi.”
“Joe sama hadi udah lama ya berteman.”
“Baru aja Ummi. kenapa?”
‘Ummi harap hadi gak usah terlalu akrab sama Joe ya.”
“Kenapa Ummi. Ummi di gangguin si Joe ya?”
“Bukan. Entah kenapa Ummi lihat si Joe bisa bawa pengaruh buruk sama hadi.”
“Ya Ummi kita lihat aja nanti. Tapi Ummi beneran gak di ganggu sama Joe kan?”
“Gak kok.”
Saat itu tiba-tiba saja aku lepaskan genggaman ku pada pintu.
Hadi yang masih berhadapan denganku seketika melihat tubuh ibu kandungnya hanya memakai handuk yang menutupi bagian tubuhnya.
“Eh.. ya udah Ummi ganti baju dulu. Sekalian Ummi mau masak.” Mencairkan suasana yang agak canggung antara diriku dan hadi anak semata wayang yang amat kau sayangi.
“Ia Ummi.” hadi agak gemetaran menjawabnya.
Aku lalu menutup pintu kamarku dan berharap itulah terakhir kalinya anakku melihat tubuhku memakai handuk. Entah kenapa aku berpikir anakku bisa saja terangsang dengan tubuhku. Pikiran yang menggoda akalku.
Malam itu aku dan suami serta anakku makan bersama. Aku banyak termenung saat makan. Pikiranku terus menghantui apa yang akan terjadi esok hari antara aku dan Joe. Suamiku melihat ku dan menanyaiku apa aku sedang sakit. Aku hanya menjawab bahwa diriku baik-baik saja. saat itulah suamiku bilang besok akan pergi keluar kota selama seminggu. Sementara hadi juga bilang bahwa besok ia kemungkinan akan pulang sampai malam. Katanya ada acara yang akan dibuat di sekolahnya dan kebetulan ia menjadi panitia untuk acara tersebut.
Entah semesta yang menggiringku untuk melakukan hal yang dilarang agama atau semua ini hanya kejadian yang kebetulan untuk diriku dan Joe esok hari.
Sebelum tidur suamiku kupikir akan menyetubuhiku. Tapi yang kulihat ia cepat mengganti pakaiannya dan tidur. Aku sedikit kecewa. Sudah hampir 2 bulan aku tidak disentuh suamiku. Kuberharap malam ini ia menyentuhku.
Pagi hari aku melepaskan 2 laki-laki dalam rumahku untuk pergi menyambut aktivitas mereka. Sementara diriku masih sedikit was-was apa benar si Joe akan kembali datang kerumahku. Tapi yang sebenarnya yang ku khawatirkan adalah apa kah aku harus merelakan sang pemuda mencumbu dan meniduriku.
Tak lama setelah ku menutup pintu tiba-tiba suara pintu diketuk terdengar. Aku segera memakai jilbab panjangku. Aku tak berpikir bahwa seseorang yang mengetuk pintu ku adalah Joe.
“Selamat pagi Ummi.”
“Joe.” Aku sedikit terperanjat.
“Joe disini aja nih gak diajak masuk.”
“Cepat masuk.” Entah kenapa aku menyuruh sang pemuda itu masuk. Aku melihat kedepan kearah teras rumahku. Kulihat sekeliling kompleks ku pagi itu sepi. Bahwa banyak diantara mereka sedang menjemput rezekinya masing-masing.
Sementara kulihat Joe masih berdiri diruang tamu rumahku.
“Udah siap Ummi merasakan kenikmatan surgawi dunia.”
“Kurang ajar kamu. Saya gak akan menikmati apa yang kamu lakukan terhadap saya.”
“Hehehe. Santai Ummi. Joe jamin orang kayak Ummi ini justru punya birahi yang besar.”
“Apa mau kamu. Lakukan secepatnya.” Kataku geram.
“Hehehe. Joe gak akan terburu-buru. Joe ingin Ummi menikmatinya. Joe tahu Ummi pasti jarang disentuh sama suami Ummi kan.” Goda nya.
“Darimana kamu tahu.” Aku keceplosan dan sedikit terpancing akan omongan pemuda ini.
“Hehehe. Kepancing juga Ummi.”
“Eh enggak. “ aku sadar aku keceplosan.
“Udah lah Ummi. kita nikmati hari ini.” Joe lalu menarik tanganku. Kini aku dan Joe duduk si sofa. Joe memandangi diriku.
Agak risih diriku di pandangangi oleh seorang pemuda ini.
Ia lalu membelai wajahku.
“Ummi emang cantik. Wanita tercantik yang Joe temui.” Entah dia jujur atau itu hanya gombalan pria untuk meniduri wanita.
“Joe ingat ini dosa.” Aku mencoba mengingatkan.
“Hehehe. Bagi Joe ini gak dosa Ummi.”
“Ummi mohon sekali lagi Joe. Ummi akan jaga rahasia kita. Jangan nodai Ummi.”
“Joe jatuh cinta sama Ummi.” lalu ia mengecup bibirku. Aku hanya pasrah tapi aku kembali tak membuka bibirku. Ia terus mrangsang diriku. Kini ia mengecap bibir dan lidahnya di wajahku. Aku pertama kalinya mendapatkan pengalaman ini. suamiku hanya mencumbui dan mencium bibirku. Tak pernah ia lakukan seperti yang Joe lakukan saat ini. diriku mengalami rangsangan yang hebat. Entah apa yang membuat tubuhku kini terangsang oleh jamahan anak muda ini.
Tangannya tak tinggal diam. Tangannya mulai menaikkan jilbab lebar ku. Kini tangan itu mulai meraba payudaraku yang masih tersembunyi di dalam gamis dan masih tersangkut di bra. Lembut Joe meremas payudaraku. Aku coba menepis tangan nya. Tapi sepertinya Joe tidak terpengaruh denganku. Sementara itu cumbuannya membuat diriku tak bisa menolak. Saat usahanya memasukkan lidahnya dimulutku. Akhirnya aku refleks membuka bibirku.
Tak menunggu lama Joe lalu mencari lidahku. Aku yang sudah dirangsang dari wajah dan payudaraku akhirnya pasrah dan kini lidahku juga membalas lidah Joe. Lidah kami saling menari dan bertautan erat.
Entah apa yang sudah menimpa diriku ini. kenapa aku kembali pasrah dihapadan pemuda ini. tangan nya dan mulutnya seperti tahu titik-titik terlemah dari seorang wanita.
“Kenapa Joe lebih berpengalaman dari suamiku.” Bathinku.
Kemudian Joe melepas cumbuan nya.
Ia lalu membuka kemeja sekolah nya. Aku hanya memandangi tubuhnya dan aku seperti menunggu apa yang akan Joe lakukan. Kini tampak disampingku tubuh yang atletis. Tampak otot-otot seorang yang baru akan beranjak dewasa. Badan Joe yang hitam membuat otot-otot itu tampak sempurna. Joe memang tampan harus kuakui.
Dilehernya ada sebuah kalung salib emas yang melingkar. Barulah kusadar bahwa Joe bukan hanya seorang yang bukan muhrimku tapi juga seorang berbeda keyakinan denganku. Sensasi dari rangsangan dan pikiranku membuat diriku tak mampu lagi berpikir jernih.
“Ummi yok di buka baju Ummi. biar imbang.”
“Joe Ummi mohon.” Aku mengiba.
Tapi sepertinya Joe tak menghiraukan omonganku. Kini ia menarik tubuhku untuk mendekati tubuhnya. Lalu tangannya mulai membuka kancing gamisku. Perlahan kini mulai tampak kulit putihku dihadapan sang pemuda. Joe berhenti sebentar saat ia mulai meraba payudaraku yang masih tertutup bra berwarna putih milikku. Gamis ku lalu turunkan sampai kepinggangku. Ia juga menaikkan jilbab lebarku diatas bahuku.
Kini tubuhku sudah separuh bugil dari pinggang ke leher. Hanya bra ku yang masih menampung payudaraku. Joe kulihat sangat bersemangat.
“Joe buka ya Ummi.” saat tangannya mulai membuka kaitan bra ku di belakang punggungku.
Aku hanya diam dan pasrah.
Plakkkk...
Bunyi jepitan di bra ku lepas dan kini sepasang payudaraku terpampang jelas dihadapan seorang pemuda berkulit hitam ini.
“Wow. Lebih jelas toket Ummi. putih banget.” Sambil ia mulai menangkupkan kedua tangan nya di payudaraku.
Aku coba memegang tangan Joe yang mulai sedikit meremas-remas payudaraku ini.
“Jooooeeee.” Suaraku sedikit mendesah.
Lalu Joe mendorong tubuhku untuk bersandar di sofa. Aku mengikuti kemauan pemuda ini.
“Buka mata Ummi.” pintanya
Aku pun membuka mata ku yang kupejamkan. Ia lalu menghapus air mataku yang membasahi pipiku.
“Joe janji akan buat Ummi bahagia.”
“Joe ini salah dalam agama Ummi.”
“Ini Cuma perkspektif dari Ummi aja. Bagi Joe ini gak salah Ummi. dimana seorang wanita harus mendapatkan kepuasan yang juga di dapat oleh seorang pria.”
“Tapi Joe.”
Muachhhh... dia lanjut mencumbui diriku. Aku membalas cumbuan Joe. Tangannya bergerak meremas payudara ku dengan lembut. Tubuhku seperti alami menunujukkan tanda-tanda seorang wanita yang terangsang. Payudaraku mulai keras dengan sendirinya. Tampak bulat memang payudaraku. Walaupun aku tidak sering berolahraga namun aku rutin meminum ramuan dari kakak iparku. Ramuan yang konon bisa membantu wanita tetap mendapatkan tubuh ideal di usia yang sudah tidak muda lagi.
Joe lalu melepas cumbuannya. Kini mulutnya menyusuri dadaku. Kedua payudaraku kini di lumat oleh mulut Joe dan tak lupa juga tangannya juga juga mencubit dan meremas payudaraku. Aku hanya bisa memegang kepala Joe agar tidak terlalu keras saat ia mulai menggigit sedikit puting payudaraku.
“Arhhh... Joe. Jangan di gigit. Sakit Joe.” Sambil menjambak rambut Joe yang kriting.
Tangan Joe kini bukan hanya meremas payudaraku namun kini mulai turun kebawah dan mencapai vagina ku. Ia merangsang vaginaku yang sudah mulai basah akibat rangsangan-rangsangan yang ia berikan.
“Joe... arrrhhhh..... jangan disitu. “ pintaku.
Namun seperti angin lalu. Tangan pemuda itu tersu saja bermain dan kini kurasakan satu jarinya sudah menyentuh vaginaku yang masih tertutup oleh rok dan cd ku.
Kurasakan jari pemuda itu meraba-raba mencari bagian tubuh wanita yang sangat sensitif bila disentuh oleh pria.
Ahhhh..... ahhh......
Setelah ia mencoba merangsang diriku dengan memasukkan satu jarinya di vagina ku. Joe tiba-tiba bangkit dari sofa tempat kami bercumbu. Ia lalu berdiri. Aku membuka mataku. Kupandangi tubuh atletis itu mulai menurunkan celana sekolah dan tentunya cd nya. Kini tepat di depan mataku sebuah penis seorang pemuda berkulit hitam itu bergerak mengacung dengan keras nya.
Aku terbelalak melihat penis Joe yang berukuran jumbo. Aku kaget penis Joe berukuran 2 kali lebih besar dari punya suamiku. Penis Joe lebih panjang dengan diameter yang juga besar. Kupandangi penis Joe yang berkulup itu Tampak kepala penis itu sedikit menyembul keluar dari celah kulup nya.
“Joe.”
“Kenapa Ummi. belum pernah lihat kontol besar berkulup ya.”
Aku hanya terdiam dan masih memandangi penis besar itu. terbersit dipikiranku bahwa apa mungkin penis itu bisa masuk dengan leluasa di dalam vaginaku. Belum selesai aku berpikir. Joe lalu menunduk dan menarik rok panjang ku. Aku yang sudah terbawa suasana dan nafsu yang tertahan menuruti saja kemauan Joe. Aku menaikkan pantatku untuk mempermudah Joe menanggalkan bagian dari tubuhku yang tertutupi.
Kini Joe lalu melemparkan rok panjang ku entah kemana. Kini tubuh ku hanya menyisakan cd dan jilbab lebar ku yang kutarik perlahan kebawah untuk menutupi kedua payudaraku. Tapi Joe dengan sigap kembali menunduk dan berjongkok. Ia kini menarik cd ku. Aku hanya berusaha menahan. Agar penolakan itu menunjukkan aku tidak sepenuhnya pasrah.
Tapi kini cd ku pun sudah lolos dari pahaku dan turun dengan perlahan melewati betis ku dan akhirnya lepas juga dar kaki ku.
“Wow. Vagina Ummi memang nomor satu. Sekarang Joe akan buat Ummi menjadi seorang akhwat.”
Aku hanya diam saja mendengar kata-kata Joe.
Joe kemudian mulai mengangkangkan kaki ku. Kaki ku kini dinaikan diatas sofa. Persis seperti saat aku melahirkan hadi posisiku saat ini. bedanya kini ada kepala seorang pemuda yang berada tepat dibawahku. Kepala pemuda itu kini mulai mendekati vagina ku. Kelamin yang harus kujaga tapi kini sudah tak bisa kujaga lagi dari jamahan pria selain suamiku.
Aku memejamkan mata. Perlahan sebuah benda hangat dan berair menyentuh vaginaku. Kubuka mataku. Kulihat lidah Joe kini berada menjilat dan menyapu vaginaku yang baru seminggu kucukur. Tampak lidah itu menyusuri bagian depan vaginaku. Lalu 2 jari Joe mulai membuka lebar vaginaku. Lidah Joe makin mudah masuk dan menjilati klitoris ku.
Rangsangan yang Joe berikan membuat tubuhku bergerak tak karuan. Pinggul ku bergerak naik tapi tangan Joe dengan sigapnya menahan kaki ku agar aku tidak banyak bergerak saat lidah itu mulai menyapu dan menjilati dengan nikmat.
Kenikmatan ini sangat membuat ku merasakan rangsangan yang baru kualami seumur hidupku. Tubuhku tampak mulai menunjukkan gejala alami seorang wanita. Bulu- bulu halus di sekujur tubuhku juga berdiri menandakan aku terangsang oleh lidah Joe.
“Ahhhh....arhhhh.... geli Joe..”
“Aaarrgghhhhh.... argghhh.....”
Aku menjambak rambut Joe. Ia sepertinya tidak peduli tentang apa yang aku lakukan. Kini lidah dan jarinya semakin lama semakin dalam menembus vaginaku. Cairan vaginaku ku pun kini mulai keluar. Tampak vagina ku makin basah. Belum pernah diriku sebasah ini.
Sampai akhirnya Joe dengan cepat menjolok jari tengah dan telunjuk nya di vaginaku. Ia menusuk dengan kecepatan tinggi. Sementara tanganku berusaha untuk menghentikan kegiatan tangan Joe.
Tangan ku berusaha agar jolokan jari Joe di vagina ku berhenti. Namun apa daya tubuhku bergerak semakin tak karuan. Pantatku naik turun menerima irama maju-mundur jari-jari Joe.
Namun kini sesuatu di dalam tubuhku seakan akan meledak. Vaginaku seakan-akan mengeluarkan air seni. Tapi ini berbeda.
“Apa yang aku alami. Kenapa ini sangat nikmat”
“Arggghhhhh.... berhenti Joe..... Ummi mohon.” Pintaku.
“Joeeeee.......”
“Argggggghhhh........ arggggghhhhh......”
Akhirnya aku mengalami orgasme pertama dalam hidupku. Joe membiarkan kedua jarinya disirami cairan cintaku. Ia sudah sedikit menunduk dan berhadapan muka dengan wajahku yang baru saja merasakan kenikmatan seksual yang ku alami.
Aku membuka mata dan tangan ku refleks meraih bahu Joe.
“Joe apa yang kamu lakukan terhadap Ummi.?” tanyaku lirih.
“Ummi orgasme. Baru pertama kali ya Ummi.” dia membelai pipiku dan mengambil dagu ku.
Aku hanya mengangguk. Terasa lututku dan kakiku seperti di lolosi oleh sesuatu yang aku juga tak tahu apa. Yang kurasakan hanya kenikmatan yang sangat nikmat dan berbeda.
Kini Joe berdiri tepat dihadapanku yang sedikit lemas setelah meraih orgasmeku. Nampak batang penis Joe yang sangat besar dan mengacung.
"Joe udah gak tahan lagi Ummi.” ia kini memosisikan tubuhku untuk berbaring di sofa. Kepalaku diarahkan nya di samping sofa. Ia juga sudah menaikkan kaki ku ke sofa dan perlahan penis itu juga menyentuh vaginaku dari luar. Joe juga mulai memegang tangan nya untuk mengarahkan penis jumbo tersebut.
“Joe jangan. “ aku memohon kepada Joe. Walau tau itu tampak sia-sia.
“Sayur-sayur “
Terdengar seorang tukang sayur keliling menjajakan dagangannya.
Sontak aku menahan penis Joe yang masih berada di luar vaginaku.
“Joe. Jangan disini.”
“Kenapa Ummi.”
“Dikamar Ummi aja ya.” Pintaku. Aku khawatir jika ada tetangga yang melihat dari jendela atau tamu yang tak diinginkan.
Joe lalu menurunkan kaki nya. Ia lalu berdiri dan tampaknya ia memahamiku. Aku berusaha bangkit dan berdiri. Saat itu aku dapat merasakan betapa lemasnya kakiku setelah orgasme ku tadi.
Joe lalu menuju pintu dan mengunci nya tak lupa goredn ku yang masih terbuka sebelah ditutupnya rapat. Kini aku menuju kamarku dengan sedikit tertatih. Tapi tiba-tiba Joe meraih pundakku dan dengan segera ia membopong tubuhku menuju kamarku.
“Joe.”
“Santai Ummi.”
Aku hanya pasrah digendong oleh Joe. Toh tenagaku juga sudah sangat lemah dan aku juga pasrah apa yang akan dilakukan oleh Joe terhadap tubuhku ini.
Joe lalu meletakkan tubuhku perlahan-lahan. Seandainya Joe adalah suamiku pasti aku sangat beruntung diperlakukan oleh seorang pria. Tapi Joe adalah laki-laki yang akan menodai ku sebagai seorang ummahat dan seorang istri. Joe mengambil bantal dan kini kepalaku diletakkan nya dengan perlahan. Ia kini juga naik diatas ranjang itu.
Jilbab lebarku kini naikkan diatas bahuku. Tampak olehnya dua payudara ku yang berukuran lumayan besar dan agak keras karena rangsangan dirinya.
“Sempurna Ummi.”
Aku hanya memejamkan mataku.
Joe lalu mulai mengangkangkan kembali kaki ku. Kini tubuhnya dan tubuhku sejajar. Penis itu kembali berada diatas vaginaku.
“Ummi udah siap.”
Aku hanya menggeleng.
“Buka mata Ummi.” Dia lalu meraih wajahku.
Aku membuka mataku. Kini seorang pemuda sedang berada diatas tubuhku. Ia seperti meminta izinku.
“Tahan ya Ummi.”
“Joe Ummi mohon sekali lagi.” Sambil memegang lengan nya.
“Joe akan beri Ummi kenikmatan yang sesungguhnya. Siap ya Ummi.” ia masih membelai wajahku.
Kepala penis Joe kini sudah sedikit menembus vaginaku.
Aku memejamkan mataku.
“Maafkan fatimah Mas.” airmataku menetes.
Penis joe mulai merangsek masuk kedalam vaginaku. Dinding vaginaku merespon penis berkulup jumbo itu dengan sangat sensitif. Kurasakan joe seperti sedikit kesulitan memasukkan penisnya. Kurasakan ini berbeda saat petama kali aku bersetubuh dengan suamiku dulu.
Perasaan yang aneh. Disatu sisi dinding vaginaku seakan menjepit erat penis joe yang berusaha dengan keras untuk masuk. Tapi hatiku tau bahwa aku sedang dizinahi oleh pemuda yang bukan muhrimku.
Aku hanya memukul pelan dada bidang joe. Aku masih menutup mataku. Merasakan bahwa sudah seperempat [enis itu menembus vaginaku.
“Joe. Berhenti. Sakit.” Pintaku.
“Sedikit lagi ummi. awalnya emang sakit. Nanti enak kok.” Joe tersenyum.
“Ummi mohon berhenti joe. Penis mu besar sekali vagina ummi sakit.” Aku memohon.
“Ini namanya kontol ummi. kalau penis punya suami ummi. hehehe.” Joe mengejek penis suamiku yang harus kuakui terlihat lebih inferior daripada milik dirinya.
Penis itu masih mencoba masuk. Tapi dinding vaginaku yang menjepit rapat itu seolah menahan untuk masuk dengan mudah. Joe seperti tidak hilang akal. Ia kini mulai merangsang tubuhku. Kini lidahnya mulai turun menjamah payudaraku. Jilatan-jilatan lidahnya di puting payudaraku membuat tubuhku memberi respon yang sangat aneh. Perlahan keluar cairan dari vaginaku. Cairan yang menjadi pelumas untuk penis jumbo itu.
Tangan joe pun kini mulai meremas dengan lembut payudaraku ia kini bergantian dengan mulut joe memainkan dan menjilat puting payudaraku yang mengeras atas rangsangan ini.
“Joe. Ummi mohon. Berhenti.” Aku mengiba karena penis joe yang sangat keras masih menjadi momok aneh dalam vaginaku.
“Sabar ummi udah separuh jalan kita.” Sambil membelai wajahku.
“Ah. seandainya ini adalah hubungan kelamin yang resmi bukan sebuah dosa.” Bathinku.
Ya aku tersadar kini penis itu sudah masuk separuh dalam vaginaku. Tinggal menunggu hentakan saja agar penis itu masuk semuanya kedalam vaginaku.
“Ummi ini agak sakit.” Katanya pelan sambil berbisik di samping kupingku yang masih tertutup jilbab lebar.
“Joe apa yang mau kamu lakuin?” aku memandang wajahnya.
Aku membuka mataku saat kulihat tubuh joe mulai naik dari dadaku. Kini kulihat ia mulai memegang pinggulku. Ia seperti ingin menancapkan penis jumbo itu dengan sekali sentakan.
“Joe ummi mohon jangan.” Tanganku refleks memegang kedua lengan pemuda yang berotot itu.
“Ini akan nikmat kok ummi joe janji.” Tangannya menjawili daguku.
“Joe.” Aku hanya berkata lirih. Aku pasrah dengan keadaan ini.
Joe mulai mengambil nafas. Aku tau vaginaku tak akan bertahan lama lagi untuk dimasuki oleh penis joe. Aku tau agar penis itu dapat masuk. Perlahan aku mulai melemaskan semua otot di pinggulku. Aku lalu mulai merenggangkan pahaku.
Joe tersenyum melihatku.
“Udah mulai paham ummi.” ia membelai payudaraku.
Kedua tanganku memegang lengan joe. Sementara penisnya mulai mundur perlahan. Kini ia memandangiku.
“Siap ya ummi. sama kayak waktu ummi diperawanin dulu.” Dia tersenyum penuh kemenangan.
Aku hanya memejamkan mataku. Menunggu vaginaku di masuki penis jumbo itu. penis pertamaku dalam perzinahan yang tak pernahku bayangkan apalagi kurencanakan. Ia ini memang bukan penis pertama dan terakhir ku dalam perzinahan yang ku jalani.
“Joe..... arggghhhhhh....... sakit.” Suaraku sedikit mengeras. Tiba-tiba saja sentakan pinggul joe menghentak vaginaku. Sentakan yang kuat dan batang penis yang keras yang semakin memudahkan penis jumbo itu akhirnya menerobos masuk vagina yang kurawat dengan baik selama aku hidup.
Tubuhku melengkung keatas saat penis joe akhirnya masuk menembus vaginaku dan kurasakan kepala berkulup itu menyentuh dinding rahimku. Aku memegang erat kedua lengan joe. Sementara joe memegang erat pinggangku.
Tubuhku perlahan-lahan turun kembali diranjang.
“Argghhhhh.... ahhhhh.....”
Aku mengambil nafas sebisaku. Pegangan tanganku di kedua lengan joe juga ku kuatkan. Sakit tapi nikmat yang kurasakan bercampur menjadi satu. Perasaan yang sebenarnya harus ku hindari.
“Gimana ummi?” tanya joe sambil mengambil bantal dibelakang kepalaku dan membuat kepalaku kembali bersandarkan bantal empuk itu.
“Sakit joe. Kamu ...” belum selesai aku bicara. Sebuah ciuman langsung medarat di bibirku. Aku membalas.
Muachhhh... muachhhh....
Lidah joe kembali mencari lidahku. Sementara kini aku yang pasrah membalas lidah joe yang sekali-kali bergerak masuk dan menjamahi bagian dari dinding atas mulutku.
Saat bibir kamu saling berpagut. Posisi badan kami statis. Joe seperti nya juga tidak terlalu terburu-buru untuk menggoyangkan penis nya.
Perlakuan yang sangat berbeda dari suamiku yang langsung menggenjot penisnya jika kelamin kami sudah bersatu padu.
“Kenapa ini begitu nikmat.” Bathinku.
Kini jamahan tangan joe mulai meremas dan memilin puting dan payudara bulatku. Jilbab lebarku yang kembali menutupi dadaku segera ditarik naik oleh tangan joe. Aku seperti tak mau kalah dari joe. Perlahan pinggangku juga mulai merapat di pinggang joe.
Joe tersenyum penuh kemenangan. Tak ada perlawanan berarti dariku.
Joe kini mulai mencoba memaju mundurkan penisnya. Terasa sangat lambat dan pelan penis itu di vaginaku. Dinding vaginaku bereaksi seperti mencengkeram batang penis itu.
Joe masih sangat sabar kuperhatikan. Ia memaju mundurkan tubuhnya dengan perlahan-lahan. Lama kami mencoba menyesuaikan kelamin kami yang menyatu ini.
Plok.... plokkk....
Tampak paha kami beradu. Walau tidak terlalu kuat suara yang timbul. Tapi penis jumbo joe membuat vaginaku merasakan kenikmatan saat batang keras itu mulai sedikit cepat masuk dan gerakan maju mundur dari joe membuat dinding vaginaku merespon dengan jepitan yang membuat gesekan kelamin kami membuat kami melayang mencapai kenikmatan yang seharusnya diraih oleh dua manusia berbeda kelamin dalam ritual yang bernama seks.
Joe mulai mendapatkan ritme yang dinginkan oleh nya atau mungkin oleh diriku juga. Joe seperti sudah berpengalaman. Ia tau kapan penis itu harus menyentuh dinding rahimku atau kapan tempo cepat namun sekali-kali menyentuh dinding rahimku.
Plokkkk...ploookkkk....
Aku hanya memegang lengan tangan joe.
Aku sudah pasrah bahkan menikmati ini.
“Arhgggg.... argggghh....”
“Enak ummi...”
Aku menggeleng. Walau aku tau joe sudah tau jawabanku yang sebenarnya.
Arhhhh.... ahhhhhh....
Plokkk... plokkkkkk......
“Joe ummi udah gak tahan lagi. “ tubuhku seperti ingin mengeluarkan kenikmatan yang tadi kudapat di ruang tamu. Cairan yang akan kembali keluar dari vaginaku.
Aku memegang erat bahu joe.
“Joe cukup. Ummi gak tahan lagi.” Aku memohon diantara gerakan kelamin kami.
Joe tau aku akan mengalami orgasme. Ia lalu semakin cepat menggenjot tubuhku.
Ploooookkkk. Pllokkkkk....
Hantaman penis joe semakin kuat dan cepat. Dinding rahimku seperti disundul-sundul. Ada perasaan nikmat saat penis joe menyentuh dinding rahimku. Terkadang aku merasakan kepala penis joe langsung tapi terkadang kulup dari penis itu yang kurasakan.
Dan akhirnya tubuhku kalah.
“Arggghhhh.... joe.”
Srrtttt.... srrrttttt....
Cairan orgasme kupun membasahi dinding vaginaku dan penis joe.
Aku memegang erat leher joe. Tubuhku terangkat sedikit dari ranjangku. Aku mengalami orgasme keduaku. Kakiku kurapatkan dipinggang pemuda ini. nafasku terengah-engah saat mendapatkan kenikmatan dari perzinahan ini.
“Ahhhhh..... ahhhhh......”
Diriku untuk kedua kalinya mengalami orgasme. Tapi penis joe masih saja bersemayam divaginaku.
“Apakah anak ini masih kuat.” Bathinku.
“Pertama kali ya ummi orgasme dikontolin.” tanya joe.
Aku hanya mengangguk. Sungguh perkataan yang sangat cabul.
“Bodoh banget ya suami ummi.” joe berkata merendahkan harga diri suamiku.
Ingin aku marah. Tapi apa yang joe bilang ada benarnya. Kenapa suamiku tidak bisa membuatku menikmati kenikmatan ini. kenapa harus seorang pemuda yang pantas jadi anakku yang membuat diriku merasakan kenikmatan bersetubuh. Kenikmatan yang selalu dilarang oleh agama.
Joe kini perlahan-lahan menaikkan tubuhku untuk berhadapan dengannya. Tanganku refleks memegang dadanya. Joe tersenyum.
Muachhhh.... muachhh...
Cumbuannya terasa lembut. Aku membalasnya dengan lembut. Ia membelai wajahku.
“Ummi benar-benar cantik.” Puji joe.
Aku hanya diam dan menunggu apa lagi perlakuan yang akan joe lakukan terhadap diriku. Ingin rasanya menerima pujian joe.
“Capek ummi.” joe mengakhiri cumbuan nya.
Aku hanya mengangguk. Kini tanganku memegang leher joe.
“Tapi nikmatkan.” Joe kembali membelai wajahku. Penisnya masih menancap di vaginaku yang masih menjepit setelah tadi mengeluarkan cairan yang lumayan banyak.
“Joe.”
“Kenapa ummi.”
“Kapan semua ini berakhir.” Tanyaku.
“Belum tau ummi. kontol joe masih pengen disini.” Sambil kembali pantat joe bergoyang keatas. Membuat dinding rahimku kembali tersentak oleh penis jumbo itu.
Posisi kami saling berhadapan. Posisi yang baru pertama kali kurasakan. Posisi yang membuat tubuhku sedikit mengangkan dan berjongkok disaaat yang bersamaan. Bedanya kini pantatku ditahan oleh dua tangan pemuda.
Aku melihat pantulan diriku dan joe di depan cermin lemari yang memang mengahadap tepat deihadapan ku. Dapat kusaksikan punggung joe yang besar dan berkulit hitam tengah berhadapan denganku wanita yang berkulit putih. Pemandangan yang entah kenapa membuat gairahku naik. Walau aku tau ini adalah Aib.
“Arggghhhh... joe.” Joe mulai menghentakkan penisnya yang memang menotk di dinding rahimku karena posisi bercinta kami ini.
“Hehehe. Biar sekarang joe yang genjot ummi. sini tangan ummi.” ia kini meraih tanganku untuk bergelayut lebih erat dilehernya. Aku menuruti permintaan pemuda ini. ia juga menaikkan jilbab lebarku yang turun menutupi payudaraku. Ia memegang erat kedua pantatku.
Kini telapak kakiku bertumpu pada ranjang. Joe menahan berat tubuhku dengan memegang erat dan membelai pantatku yang lumayan besar. Kenikmatan yang kurasakan saat semua bulu kuduk diriku naik dan betapa kulit ku kini sangat sensitif akan sentuhan dan remasan dari tangan pemuda seusia anakku ini.
Plokkkk.... plokkkkkk....
Kembali bunyi paha bawahku berbenturan dengan paha atas jo.
Arggghhhhh.....
Argghhhhh....
Aku kembali merasakan kenikmatan. Posisi seks ini membuatku seperti dipompa dari bawah. Namun aku yang mengalami tusukan-tusukan penis joe. Seperti alamiah pinggulku pun ikut bergerak turun naik ketika menerima penis joe.
“Nikmatin ummi. wanita seperti ummi memang pantas mendapatkan kepuasan.” Joe berkata kepadaku.
Plokkkk...plokkkk.....
Lalu joe kembali mencumbuku.
Muacchhhh.... muachhhh...
Aku membalasnya. Aku tau ini sudah terjadi. Tak ada lagi tangisku.
Arrhgghhhhh......argghh.....
“Joe pelan-pelan.”
Plokkkk..... plokkk.......
“Ummi gak tahan lagi joe.”
Srrrttttt..... srtttttt.....
Aku akhirnya mendapatkan orgasme lagi. Kupeluk erat tubuh joe berhadapan denganku. Ia memegang kepalaku dan mengelusnya. Seperti anak kecil aku bergelayutan di tubuh joe. Tubuhku dan joe mulai berkeringat.
“Nikmat kan ummi. “
Aku tak menjawab. Tapi aku masih terus memeluk erat tubuhnya. Saat vaginaku mengelurakan cairan cintaku. Joe masih membiarkan aku memeluknya.
Kini perlahan-lahan joe kembali membaringkan tubuhku. Aku yang sudah lemas karena mendapatkan orgasme ketiga dari sodokan penis jumbo pemuda bernama joe.
Tubuhku kini kembali terlentang dengan penis joe yang masih tertancap erat. Walau tidak sepenuhnya penis jumbo itu masuk di vaginaku. Namun aku tau penis itu membuat tubuhku mengalami kenikmatan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.
Kenikmatan yang kuraih dengan berzina.
“Sungguh hina nya diriku.” Bathinku.
Joe kini membelai wajahku. Kuraih tangannya dengan genggaman tanganku. Kubelai punggung tangannya. Entah aku merasa sudah terlambat dan terlanjur. Toh aku juga menikmati semua perlakuan pria muda ini. sesuatu yang tidak aku dapatkan dari suamiku. Sesuatu yang sering dilupakan oleh suami-suami yang meremehkan nafkah bathin.
“Joe kapan kamu keluarnya.” Tanyaku dengan memandang wajahnya.
“Bentar lagi ummi.” ia lalu mendekatkan bibirnya.
Muachhh... muachhh...
Bibirnya langsung menuju bibirku. Aku membalas ciuman joe. Lidah kami saling bertukar. Liur kami menyatu. Dada ku yang tertutup jilbab lebarku kembali disingkap joe keatas bahuku. Kini ia memeluk tubuhku erat. Dada bidangnya menempel erat di payudara bulat milikku.
Penis joe masih berdiam belum ada tanda ia akan bergerak aktif untuk menghantam vagina ku yang sempit ini.
Lidahnya kini mulai merayap kembali ditubuhku. Bedanya kini tubuhku dibasahi keringat yang kami dapat dengan permaianan panas kami. Diruangan kamarku yang sebenarnya dingin oleh AC namun tidak dapat mengalahkan gairah dua anak manusia dalam bercumbu.
Tangan nya semakin aktif meremas payudaraku sekali-kali tangan itu juga menyentuh vaginaku.
“Argghhhhh.... joe.”
Kembali joe kini mulai menggerakkan kembali penisnya di vaginaku.
Dapat kurasakan betapa kerasnya penis ini. penis yang masih juga belum tampak akan mengeluarkan sperma.
Tangan joe kini meraih kedua tanganku. Telapak tangan kami kini bergenggam. Dinaikkan nya tanganku keatas. Aku memandangnya penuh tanya.
Ia lalu turun kembali mencumbu bibirku.
Muachhh...muachhh...
Aku membalas cumbuan joe. Sensasi yang sanngat aneh menjalar ditubuhku. Seperti pasrah saat kedua tanganku diapait keatas. Namun sebuah genjotan pelan dari penis joe membuat pahaku dan dirinya menyatu. Pinggulku pun ikut merapatkan penis yang masih tetap bertahan dalam vaginaku.
Entah sudah berapa lama kami berzina. Tapi kenikmatan-kenikmatan yang kudapat dari joe mampu membuat tubuhku seakan ketagihan. Sebuah pengalaman yang membuat ku tidak akan pernah bisa melupakan ini.
“Argghhhh.... joe. Jangan siksa ummi.”
“Hehehe...”
Joe lalu menaikkan tanganku di lehernya. Ia kini juga mulai menggenjot vaginaku dengan kecepatan sedang. Aku sudah terbawa suasana perzinahan ini tiba-tiba mermbelai wajahnya.
Joe yang mendapat belaian tanganku lalu berhenti menggenjotku.
“Kenapa berhenti.?” Tanyaku.
“Apakah ummi menikmatinya?”
Aku hanya mengangguk. Aku tak dapat menutupi kenikmatan ini.
“Joe akan buat ummi jadi akhwat yang sesungghunya.”
“Joe. Ummi mohon Selesaikan.”
“Ia ummi .”
Lalu ia kini mencumbuku.
Muachhhhh.... muachhhhh....
Aku membalas ciuman joe.
Kini joe pun mulai menggoyang kembali penis nya. Aku juga semakin membuat penis itu mudah dengan ikut juga membantu menggoyangkan pinggulku. Kelamin kami seperti alunan melodi musik. Saling melengkapi. Suasana pagi hari yang paling indah yang kulalui.
Plokkkk..... plokkk....
Kini genjotan joe semakin cepat. Ia juga menarik tangan ku bersilang diperutku. Penisnya makin cepat dan makin sering menyentuh dinding rahimku.
Arrrghhhh... argghhhhh....
“Joe ummi udah gak kuat lagi.”
“Sabar ummi. joe juga mau nyampe.”
Genjotan joe semakin tidak terkendali. Begitu juga tubuhku yang kembali akan mendapatkan orgasme keempatku. Serasa titik sensitif tubuhku sudah terbuka semuanya.
Arrrghhhh.... argghhh....
Ploookkkkk.... plokkkk.....
“Joe ummi keluar.” Aku memegang erat leher joe. Pinggangku menjepit erat pinggul joe.
Srrrrtttt...... srrrttt......
“Joe juga ummi.”
Crooootttttt...... crrrrooooootttttt......
Kulihat badan joe menegang dengan keras. Tangannya memegang erat pinggulku. Kulihat ia begitu menikmati saat spermanya keluar di vaginaku. Aku memegang tangannya. Entah apa perasaan nya saat itu.
Sperma joe akhirnya membuahi rahimku. Dapat kurasakan ada sekitar 9 kali tembakan sperma dari penis jumbo itu. aku merasakan kenikmatan lagi. Badan joe yang kekar itu tampak gagah terlebih dibaluri oleh keringat dari pertempuran birahi kami.
Pagi itu aku dan joe kembali menikmati perzinahan kami. Sore ketika waktu ashar datang. Joe akhirnya meninggalkan diriku yang penuh sperma dan keringat.
Aku tau ini adalah aib bagi diriku. Namun diriku juga turut andil dalam skandal perzinahan ini.
Mungkin ini yang bisa kutulis untuk menutupi aib ku dengan seorang pria yang pernah berzina denganku.
Maafkan aku suamiku

ليست هناك تعليقات for "Aib Seorang Ustazah (Lanjutan)"
إرسال تعليق